Menu
Voting Finalis Favorit
11th SATU Indonesia Awards 2020
Johan A Rahman
Jumlah Vote 213

Pencegah Stunting di Pedalaman Papua Barat

Johan A Rahman

Sorong - Papua Barat

Johan mulai tertarik masalah stunting sejak bertugas sebagai fasilitator lapangan untuk PAMSIMAS (Pelayanan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Sorong), sekitar 2018. Bersama PAMSIMAS, ia sering turun lapangan bersama salah satu rekannya, yaitu seorang suster yang memahami masalah gizi. Dalam salah satu kunjungannya ke Makbon, Sorong, rekannya ini bercerita bahwa distrik itu termasuk distrik yang mempunyai kejadian stunting tinggi. Berempati pada masyarakat Makbon, ia pun berinisiatif menyelipkan materi stunting dalam acara promosi kesehatan yang diadakan oleh PAMSIMAS. Meskipun ia hanya bertugas sebagai penyedia air, berbekal informasi yang ia baca ditambah pengetahuan tambahan dari rekannya itu, Johan memulai aksinya mengedukasi masyarakat sekitar tentang stunting.

Berdasarkan observasinya, Johan melihat masyarakat Makbon belum sadar pada potensi pangan lokal, seperti ubi, yang bermanfaat dan berkualitas untuk kesehatan mereka. Masyarakat banyak yang belum berpikir bahwa satu piring makan harus memenuhi unsur-unsur gizi. Maka dari itu, ketika masyarakat dikumpulkan untuk mendengarkan PAMSIMAS membahas pentingnya kesehatan, Johan turut beraksi menyadarkan masyarakat Makbon agar lebih memperhatikan sumber gizi lokal yang lebih menyehatkan dibanding makanan instan. Permasalahannya adalah, tidak sedikit masyarakat yang tidak memahami tulisan sehingga Johan hanya bisa bertutur lisan sambil menyelipkan bahasa daerah setempat. Walau demikian, tentu perjuangannya tidak sia-sia.

Mariana Yunita
Jumlah Vote 83

Pengedukasi Hak Kesehatan Seksual Anak

Mariana Yunita

Kupang - Nusa Tenggara Timur

Mariana selaku founder Tenggara Youth Community yang melahirkan Bacarita Kespro menemukan bahwa dari 500 remaja di NTT, sebagian besar tidak memiliki akses terhadap sumber informasi pendidikan seksual dan komunitas untuk menceritakan persoalan pendidikan seksual. Angka ini selaras dengan beragam persoalan lainnya seperti kasus pelecehan seksual yang masih kerap terjadi atau kehamilan luar nikah di kalangan remaja NTT. Dia mengatakan, banyak anak dikeluarkan dari sekolah saat menghadapi kasus kehamilan di luar pernikahan dan orang tua mereka tidak melakukan perlawanan karena ketidaktahuan mereka mengenai hak-hak dan kebutuhan remaja.

Di sinilah Bacarita Kespro hadir. Bacarita diambil dari bahasa Melayu Kupang yang artinya bercerita. Program ini memberikan edukasi mengenai kesehatan seksual dan reproduksi untuk anak remaja dengan metode pembelajaran inovatif seperti mendongeng, permainan edukasi dan penggunaan alat peraga. Target program ini adalah remaja yang berasal dari kelompok poor, marginal, social excluded, dan underserved. Saat ini program Bacarita Kespro telah merangkul 2.000 remaja dari 43 komunitas di provinsi seluruh NTT. Jangkauan ini mencakup Kota Kupang, Desa Oesao di Kabupaten Kupang, Desa Neke di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Pulau Kera di Kabupaten Sumba Timur bersama Kopernik. Selain itu, untuk meluaskan akses edukasi pendidikan seksual, mereka berkolaborasi dengan BKKBN, Komisi Penanggulangan AIDS serta Woman for Indonesia.

Alfin Anwar
Jumlah Vote 78

Petualang Edukasi bagi Daerah Terpencil

Alfin Anwar

Tolitoli - Sulawesi Tengah

Alfin Anwar memberi nama kegiatan itu Bookpacker. Sepertinya, itu istilah baru dalam petualangan di dunia pendidikan. Bookpacker bertujuan mengajak anak-anak sekolah SD/SMP di daerah dan pulau terluar agar gemar membaca, khususnya Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Dalam perjuangannya, Bookpacker memfasilitasi anak-anak ini dengan buku bacaan yang menarik. Adapun bentuk kegiatan yang sering dilaksanakan Bookpacker selain perpustakan adalah: Pustaka Bergerak, Kelas Inspirasi, Parenting class, Pembuatan Fasilitas Perpustakaan desa/pulau, donasi buku dan perlengkapan sekolah, donasi sembako, donasi alat peraga sekolah, donasi pakaian sekolah, dan dokumentasi potensi wisata dan kearifan lokal daerah kunjungan.

Jika ditelusuri ke belakang, kegiatan Bookpacker ke Kabupaten Tolitoli ini berawal dari keresahan akan buruknya kondisi pendidikan Kabupaten Tolitoli secara umum. Daerah ini sangat tertinggal dibandingkan dengan daerah lain yang disebabkan oleh beberapa faktor mendasar terkait pendidikan, di antaranya adalah buruknya akses penghubung beberapa desa yang mengakibatkan sulitnya distribusi sarana pendidikan, serta diperparah dengan minimnya tenaga pengajar di Kabupaten Tolitoli. Selama 3 tahun berkegiatan Bookpacker sudah menjangkau: Desa/Kel Binontoan, Salumpaga, Santigi, Taragusung, Panyapu, Galumpang, Malangga, Lalos, Baolan, Tweley, Sidoarjo, Lelean Nono, Salu, Tambun, Panasakan, Nalu, Labengga, Kumba, Malala, Tinabogan, Ogowele, serta Pulau pandan, Lutungan, Lingian. Meskipun medan tempuh yang tak mudah, demi edukasi yang setara bagi semua, Alfin Anwar tak menyerah.

Eklin Amtor de Fertes
Jumlah Vote 238

Pendongeng Kreatif untuk Anak Maluku

Eklin Amtor de Fertes

Ambon - Maluku

Pada tahun 2017, Eklin Amtor de Fretes mendirikan program bernama Youth Interfaith Peace Camp untuk berbagi tentang nilai-nilai perdamaian dan menghidupkan perdamaian lewat kreativitas dan keseharian hidup. Sebanyak 90 pemuda lintas iman di Maluku (Islam, Kristen, Katholik, Agama Suku Nuaulu) telah mengikuti Youth Interfaith Peace Camp. Setelah membuat Youth Interfaith Peace Camp, Eklin Amtor berpikir bahwa kegiatan pendidikan perdamaian juga dibutuhkan anak-anak kecil di Maluku. Sebab dengan adanya segregasi wilayah di Maluku, sering kali orang tua menceritakan cerita konflik pada tahun 1999. Oleh sebab itu, ia berusaha melawan cerita-cerita konflik yang bisa membawa segregasi itu dengan dongeng yang dinamakan Dongeng Damai. Pada 2019, ia membuat program baru yaitu Belajar di Rumah Dongeng Damai yang di dalamnya berisikan pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, dan kelas seni. Hal ini rutin dilakukan untuk anak-anak di daerah Maluku agar anak-anak dapat mendongeng dengan berbagai bahasa sambil melakukan seni.

Harapan Eklin Amtor de Fertes adalah agar dongeng bisa tetap hidup untuk menjadi media Pendidikan yang menghidupkan nilai dan merawat perdamaian di Maluku. Meskipun ia seorang pendeta, ia tetap akan melanjutkan program lintas iman ini untuk merawat perdamaian di Maluku. Eklin Amtor de Fertes juga memiliki tim relawan Jalan Merawat Perdamaian (JMP) yang membantunya menjalankan misinya.

Rizki Hamdani
Jumlah Vote 170

Penggagas Kelompok Santri Tani Milenial

Rizki Hamdani

Jombang - Jawa Timur

Melihat minat generasi muda untuk bertani semakin rendah serta persepsi bahwa dunia pertanian dan peternakan tidak bisa dijadikan harapan sebagai mata pencaharian, Rizki Hamdani bertekad meyakinkan generasi muda bahwa kedua profesi itu juga menjanjikan penghasilan yang baik. Di awali tekad tersebut, Rizki kemudian memulai program di Pondok Fathul Ulum karena pesantren itu tak punya pendidikan formal sebagaimana pondok modern lainnya.

Rizki pun menggagas dan mengembangkan Kelompok Santri Tani Milenial dan sistem pertanian terpadu/integrated farming system (IF). Ia membina para santri untuk bertani dan beternak. Rizki kemudian mulai merintis kelompok wirausaha sosial yang diberi nama Kelompok Santri Tani Milenial. Kelompok Santri Tani Milenial merupakan wadah bagi sejumlah pondok pesantren di Jombang untuk memberdayakan perekonomian santrinya dengan kegiatan bertani, beternak, dan budidaya perikanan. Hingga Agustus lalu, sudah ada 30 kelompok santri tani yang tersebar di seluruh Jombang. Dampaknya, kelompok tani sorgum mengalami peningkatan pendapatan sekitar 60 juta/bulan setelah diberi fasilitas pengolahan pasca-panen untuk menjual produk olahan sorgum di area peristirahatan di Tol Trans Jawa. Melihat usaha Rizki yang pantang menyerah, Kementerian Pertanian dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai serta Hutan Lindung Brantas pun mengapresiasi dan memberikan dukungannya.

Umar Dani
Jumlah Vote 121

Penjaga Laut dari Desa Batu Putih

Umar Dani

Lombok Barat - Nusa Tenggara Barat

Kondisi alam dan lingkungan laut semakin hari semakin memprihatinkan. Melihat hal ini, Umar sebagai seorang yang lahir dan dibesarkan di kawasan pesisir dan hidup dari hasil laut ini merasa bertanggung jawab untuk menjaga alam dan lingkungan laut yang menjadi tempatnya menggantungkan hidup. Ia pun memulai aksinya dengan melakukan hal-hal kecil seperti membersihkan pantai dan mulai mengajak remaja sekitar untuk sadar akan pentingnya lingkungan sejak 2013. Kegiatan ini mulai berkembang setelah para anggota mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan.

Pada 2015, kegiatan Umar dan komunitasnya semakin berkembang sehingga dibentuk kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Deep Blue Sea. Berkat usaha Umar mencari informasi di media sosial untuk memperluas wawasannya dalam upaya pelestarian lingkungan laut, sampailah ia pada kesimpulan bahwa transplantasi karang untuk mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak adalah pilihan tepat. Informasi ini kemudian menjadi bagian dari kegiatan Pokmaswas Deep Blue Sea, yakni bertugas patroli dan rehabilitasi lingkungan dengan melakukan transplantasi karang. Ia berharap bahwa dengan menjaga keindahan alam pesisir tempat tinggalnya akan mengundang wisatawan untuk berkunjung. Maka, di luar kesibukannya menjaga alam, ia aktif mengedukasi pemuda di daerahnya agar memiliki keahlian dalam berenang, snorkeling, dan diving. Tujuannya agar para pemuda ini berdaya dan dapat menaikkan taraf perekonomian daerahnya.

Elsa Maharani
Jumlah Vote 640

Penjahit Asa Perempuan Dari Kota Padang

Elsa Maharani

Padang - Sumatera Barat

Dorongan terbesar Elsa adalah ingin memberdayakan masyarakat berekonomi lemah yang ada di sekitar tempat tinggalnya sehingga ia memproduksi hijab dengan merek sendiri: Maharrani Hijab. Moto Maharrani Hijab adalah "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia" (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni). Maharrani Hijab telah memberi manfaat yang baik bagi masyarakat sekitar. Elsa, lewat Maharrani Hijab memberdayakan masyarakat kampungnya terutama para ibu rumah tangga yang semula tidak memiliki penghasilan. Kini, sebanyak 15 orang sudah diberdayakan menjadi tenaga produksi dan 150 orang telah tergabung dengan Maharrani Hijab sebagai reseller dan agen. Warga sekitar lingkungan Elsa kini mempunyai penghasilan tetap. Mereka sebelumnya hanya berprofesi sebagai pencacah batu kali dan asisten rumah tangga, kini mereka mempunyai penghasilan tetap di atas Upah Minumum Regional Kota Padang. Bahkan, untuk tas bungkus produk Maharrani Hijab, Elsa memberdayakan narapidana di lembaga pemsyarakatan setempat.

Tak hanya fokus berbisnis, Elsa juga ikut dalam kegiatan sosial bersama warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Muaro. Kegiatan sosial lainnya berupa pendirian Rumah Quran Serambi Minang yang saat ini telah menampung lebih dari 200 santri (tidak mondok) mulai dari anak-anak sampai mahasiswa, dan kegiatan lainnya. Selama pandemi ini, Elsa juga bekerja sama dengan mahasiswa Tata Busana di kotanya untuk membuat masker yang disumbangkan ke masyarakat luas.

Samsul Hadi Saputra
Jumlah Vote 119

Penyejahtera Petani Kopi Desa Mulyorejo

Samsul Hadi Saputra

Jember - Jawa Timur

Pada 2017, Samsul berkunjung ke Desa Mulyorejo, Jember, Jawa Timur. Dia melihat para petani kopi di sana yang belum memahami bagaimana cara bertani kopi yang baik. Mereka masih mencampurkan biji kopi petik merah, kuning, dan hijau. Kebanyakan petani di sana hanya tahu begitu sudah ditanam, dipanen, lalu dijual. Padahal, jika proses menanam hingga menjual dilakukan dengan baik, harga jual kopi bisa lebih tinggi. Tak hanya itu, menurut observasinya, kehidupan petani kopi masih jauh dari sejahtera. Untuk itu, Samsul ingin membantu petani kopi agar terlepas dari kemiskinan melalui program yang dia sebut "Kampung Kopi Lepas Miskin" dengan mengusung sociopreneur. Salah seorang petani bernama Saiful menjelaskan bahwa, sebelum bertemu Samsul, kopi petik serabutannya hanya terjual Rp 20 ribu per kilogram. Setelah mendapat informasi dari Samsul, bila biji kopi petik merah lebih bernilai besar dibanding petik hijau dan kuning, dia pun memisahkannya. Ketika panen tiba, biji kopi petik merah harganya bisa mencapai Rp 23 ribu-Rp 25 ribu.

Berikutnya, Samsul juga mengadakan pilot project Bubung Coffee. Kegiatan produksi Bubung Coffee ini membuka lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu yang menganggur melalui pekerjaan proses sortir, jemur, dan packing. Bubung Coffee diharapkan Samsul bisa berdampak terhadap 17.000 petani kopi Mulyorejo karena proses yang diterapkan Samsul disosialisaikan kepada seluruh petani Mulyorejo.

I Gede Meta Yoga Pratama
Jumlah Vote 1455

Pelacak Ikan Berbasis Navigasi

I Gede Meta Yoga Pratama

Gianyar - Bali

I Gede Merta Yoga Pratama adalah pemuda pencipta Fish Go, sebuah aplikasi pelacak posisi ikan berbasis navigasi yang diadakan untuk membantu nelayan di sekitar tempat tinggalnya di Bali. Dalam pengerjaannya I Gede Merta Yoga Pratama dibantu 9 orang rekannya di mana mereka berharap dapat meningkatkan taraf hidup nelayan dengan cara memetakan pergerakan ikan dan memprediksi cuaca dengan tepat sasaran sehingga nelayan dapat melaut dengan aman serta bahan bakar kapal yang digunakan terbuang lebih sedikit. Apalagi, menurut Yoga-sapaan I Gede Merta Yoga Pratama, potensi kelautan dan perikanan di Indonesia sangat melimpah sehingga tak boleh disia-siakan.

Uniknya, ide awal FishGo ini adalah sebuah permainan online Pokemon Go. Di permainan ini, pemain harus berjalan dan mencari sendiri pokemon virtual tersebut. Ditambah dengan pemahaman Yoga tentang cara memetakan ikan berdasarkan arus air laut, ia pun melakukan riset lapangan sehingga berhasil meliris FishGo pada tahun 2017 lalu. Ia berharap aplikasi FishGo ini akan semakin memudahkan nelayan Bali menangkap ikan karena pasalnya, selama ini proses penangkapan ikan di Bali masih sangat tradisional, seperti melihat rasi bintang. Walhasil, nelayan harus berputar-putar mencari lokasi terbaik untuk memancing. Kini aplikasi FishGo telah dimanfaatkan oleh sekitar 50 nelayan. Perolehan hasil tangkapan nelayan pun meningkat dari 40-60kg/hari menjadi 100 kg/hari.

Maman Suleman
Jumlah Vote 359

Penggagas goUNBK, Sahabat Ujian Siswa

Maman Suleman

Pekalongan - Jawa Tengah

Pelaksanaan UNBK kerap menjadi momok bagi sekolah karena harus memiliki ratusan komputer dengan spesifikasi tinggi agar siswa dapat terus terhubung dengan soal-soal yang ditampilkan server Kemendikbud. Faktanya, setiap sekolah selalu saja berhadapan dengan persoalan klasik komputer-komputer dengan sistem Windows seperti persoalan instalasi sistem, penggunduhan program khusus, harddisk rusak, hingga ancaman virus. Persoalan inilah yang membangkitkan ide Maman Suleman mengembangkan GoUNBK dengan sistem Linux. Berbekal ilmu saat kuliah, Maman secara otodidak mengembangkan system Linux. Hasilnya, GoUNBK bisa terbentuk dengan Sistem Operasi Server GNU atau Linux Debian 9 dalam bentuk Virtual Machine Disk (VMDK). GoUNBK Server bentuk VMDK ini bisa beroperasi pada komputer dengan spesifikasi RAM 512 Megabyte. Satu GoUNBK Server mampu menjadi induk bagi sekitar 40 komputer peserta ujian. Jumlah PC Client bisa banyak karena RAM dari komputer server tak akan terbebani sistem PC Client seperti Windows.

Sistem yang dikembangkan Maman Suleman ini dinilai menjadi solusi bagi persoalan tahunan yang harus dihadapi sekolah dan para operator menjelang ujian nasional. Misal dengan GoUNBK, SMK Ma'arif Nahdatul Ulama Tirto, bahkan bisa menggunakan komputer-komputer tua tahun 2010 untuk mengakses soal-soal ujian. Hal ini sangat membantu penggunaan dana sekolah untuk perlengkapan ujian nasional tahunan. Saat ini, total pengguna GoUNBK sudah mencapai 767 orang atau kelompok.

Irvan Hermala
Jumlah Vote 91

Penyambung Listrik Daerah Membutuhkan

Irvan Hermala

Jakarta Selatan - DKI Jakarta

Yayasan Wakaf Energi Nusantara berdiri sejak September 2017 dan digawangi oleh Irvan Hermala dan Agus Ismail. Keduanya ingin membuat sebuah model bisnis yang tak hanya sekedar mengejar untung. Makanya, mereka memilih sociopreneur, tepatnya di bidang clean energy yang berpegang pada Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu energi bersih yang terjangkau. Tujuannya tentu untuk menyelamatkan bumi dengan menyediakan komponen ramah lingkungan seperti solar cell. Tak menyasar kota besar, Yayasan Wakaf Energi Nusantara justru berusaha menyediakan sumber energi bersih bagi daerah pedesaan. Menurut mereka, kondisi produktivitas penduduk desa cukup tertinggal dibandingkan penduduk kota, maka energi listrik yang menjadi penggerak utama produktivitas ini harus dapat dinikmati hingga pelosok desa. Meningkatnya produktivitas penduduk desa akan meningkatkan taraf ekonomi dan menyejahterakan masyarakat desa. Dalam perjalanannya, program ini tak hanya sekedar memasangkan solar cell di desa tetapi juga melakukan transfer pengetahuan sehingga masyarakat bisa menjaga solar cell tersebut.

Beberapa lembaga donor seperti NGO, lembaga amil zakat, dan perusahaan bergabung dalam program ini. Sekarang mereka telah memiliki tiga donator institusi dan 258 donatur individu. Berbagi Listrik pun sudah mengumpulkan dana sebesar Rp 1,08 Miliar. Belakangan, program berbagi listrik ini mulai menyasar kelompok usaha kecil lewat program Balai Energi; menyalurkan lebih banyak energi listrik bersih bagi masyarakat.

Muhammad Aria Yusuf
Jumlah Vote 224

Pendamping Petani Berbasis Teknologi

Muhammad Aria Yusuf

Jakarta Timur - DKI Jakarta

Adanya Keresahan atas fenomena pembelian panen kelapa oleh tengkulak dengan harga yang rendah padahal produk kelapa Indragiri Hilir memiliki kualitas yang diminati pasar internasional, menjadi penggerak awal InacomID. InacomID yang digagas empat orang sahabat berlatar belakang keahlian berbeda, yaitu: seorang pengusaha logistik, mantan pegawai bea cukai, penjual hasil tani dan ahli teknologi informatika (IT) ini hadir untuk menyejahterakan petani dengan menghubungkan petani, pemilik lahan, usaha kecil mikro dengan pasar lokal dan internasional untuk kegiatan jual beli.

Tak hanya soal menjadi perantara, InacomID juga turun ke masyarakat untuk mengedukasi petani cara terbaik bertani. Pasalnya para petani masih menggunakan cara tradisional, sehingga tak bisa mengatur kualitas produk yang akan dihasilkan. Selain itu, InacomID juga mengedukasi petani bahwa ada lonjakan nilai pada komoditas tertentu sehingga tidak perlu menjual kepada tengkulak dengan harga murah untuk barang berkualitas. Berkat edukasi ini, terjadilah peningkatan daya tawar komoditi para petani. Sebelumnya, para petani di Tembilahan dan Indragiri Hilir hanya memperoleh Rp 400-1.300 per kilogram. Kini, petani bisa menjual hasil panennya kepada InacomID sampai Rp 750-2.100 per kilogram. Saat ini, InacomID beroperasi di 9 titik lima provinsi, yaitu: Tembilahan dan Indragiri Hilir, Tanjung Jabung Timur, Lampung Selatan, Surabaya, serta Buton Utara dan Donggala.

Arya Ananda Indrajaya Lukmana
Jumlah Vote 3

Pendeteksi Risiko COVID-19 Lewat Aplikasi EndCorona

Arya Ananda Indrajaya Lukmana

Cilegon - Banten

EndCorona diinisiasi oleh seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bernama Arya Lukmana. Ia berkolaborasi dengan rekannya sesama mahasiswa lintas jurusan dan disupervisi oleh tim dosen-dokter dari FKUI-RSCM. EndCorona sendiri adalah aplikasi penyedia asesmen gratis yang dapat mendeteksi risiko terkena Covid-19 sehingga masyarakat bisa mengetahui apakah dirinya masuk ke dalam kategori risiko "Rendah", "Hati-hati", "Rentan", atau "Sangat Rentan". Hal ini berguna untuk mencegah penyebaran dan perkembangan kasus lebih jauh, mengedukasi masyarakat sekaligus membantu fasilitas kesehatan di Indonesia. Selain fitur utamanya yaitu asesmen pendeteksi gejala dan risiko, EndCorona juga dapat digunakan untuk mengakses informasi dan edukasi mengenai Covid-19 mulai dari situasi terkini penyakit, hotline darurat provinsi, hingga pembasmi hoaks seputar Covid-19 yang disusun berdasarkan jurnal, literatur dan referensi yang terpercaya. Fitur WhatsApp helpline yang disambungkan dengan Tim Dokter FKUI-RSCM juga disediakan untuk memberikan informasi lebih lanjut bagi pengguna yang mendapatkan hasil risiko "Rentan" atau "Sangat Rentan".

Pembentukan program pengabdian masyarakat melalui EndCorona murni bertujuan untuk sosial tanpa mengejar keuntungan ekonomi. Mereka merasa bahagia hanya dengan melihat karyanya dapat bermanfaat untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan segera pulih dari Pandemi Covid-19. Mereka bahkan mengorbankan waktu dan tenaganya untuk mewujudkan keinginan mencegah membludak dan kolapsnya fasilitas kesehatan yang bisa membahayakan banyak pihak.

Dedhy Bharoto Trunoyudho
Jumlah Vote 8

Distributor Pangan bagi Kaum Membutuhkan

Dedhy Bharoto Trunoyudho

Surabaya - Jawa Timur

Pandemi Covid-19 ini berdampak pada semua pihak tapi beberapa kalangan jelas terpukul lebih berat dan terpuruk lebih dalam. Salah satu yang paling terdampak adalah pekerja informal yang menggantungkan diri pada upah/penghasilan harian, dan pekerja/buruh yang dirumahkan/PHK. Banyak dari mereka yang mengalami penurunan pemasukan secara drastis, yang mengakibatkan beberapa kebutuhan dasar seperti makanan bergizi menjadi semakin sulit dijangkau. Kondisi ini membuat Dedhy tergerak untuk berkontribusi sesuai dengan bidang yang telah digeluti, yaitu distribusi bantuan pangan.

Dedhy dan beberapa rekan anak muda kemudian menginisiasi komunitas Garda Pangan, mencoba merespon dinamika kebutuhan pangan yang semakin tinggi akibat pandemi, bergerak cepat dengan menggalang solidaritas dan donasi pangan, dan mengantarkannya ke tangan-tangan saudara yang paling membutuhkan: kaum dhuafa, pekerja informal, yatim piatu, janda, lansia, difabel, pengungsi, anak rantau, dan anak jalanan. Telah 4 bulan sejak bergerak, Dedhy telah berhasil menyalurkan 4.674 porsi makanan, 1.145 paket sembako senilai 100rb/paket, 3.758 sayur dan buah-buahan segar, 11.276 susu, 14.464 roti dan sereal, 534 minuman, dan 1.515 masker. Dedhy telah menjangkau 9.256 warga pra-sejahtera yang paling terdampak selama masa pandemi ini. Cakupan wilayah yang sudah di salurkan bantuan oleh GARDA PANGAN Surabaya, Sidoarjo dan kota/kab. Malang. Harapan Dedhy adalah agar semakin banyak tangan-tangan dermawan yang membantu masyarakat pra-sejahtera di Indonesia.

Galih Suci Pratama
Jumlah Vote 524

Perangkul Guru Majukan Kualitas Pembelajaran

Galih Suci Pratama

Semarang - Jawa Tengah

Ide tentang program ini muncul saat Galih Suci Pratama bersama Dinas Pendidikan Kota Semarang menggelar pelatihan Google Class untuk guru-guru di kota tersebut. Dari pelatihan tersebut dia melihat bahwa ada semacam ketidaksiapan guru-guru dalam menghadapi pandemi Covid-19 khususnya mengenai sistem pengajaran. Setelah pelatihan itu, guru-guru menjadi lebih banyak menyampaikan soal ketimbang mengajarkan materi ajar. Dia khawatir ini menyulitkan murid-murid dalam memahami mata pelajaran. Berangkat dari hal tersebut, Galih kemudian memikirkan cara agar guru-guru memiliki kanal untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Galih pun menggagas sebuah platform Youtube untuk mengatasi persoalan selama masa pandemi Covid-19. Para guru dilatih untuk mengetahui peralatan apa saja yang digunakan, bagaimana mengolah video dan bagaimana menghindari pelanggaran hak cipta.

Dirintis sejak 13 Juli 2020, Youtube Galih kini telah memiliki 26 ribu subscribers. Dia mengatakan tak mengambil keuntungan dari kegiatan ini dan uang yang diperoleh dari monetisasi konten digunakan untuk pengembangan kompetensi guru-guru. Rencananya, selain membuat akun Youtube, Galih dan tim juga akan membuat podcast dan webinar untuk guru-guru mata pelajaran. Saat ini guru-guru yang terlibat dalam pembuatan video ini sudah mencapai 500 guru di Kota Semarang. Galih juga mengklaim bahwa metode pengajaran yang mereka lakukan menjadi role model bagi sejumlah sekolah di Kinabalu, Malaysia dan Filipina.

Ika Dewi Maharani
Jumlah Vote 8

Sang Garda Terdepan COVID-19

Ika Dewi Maharani

Surabaya - Jawa Timur

Ika sedang menunggu wisuda di STIKES Hang Tuah Surabaya saat mendengar kabar dari salah satu relawan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) bahwa sedang dibutuhkan relawan medis untuk area Jakarta. Posisi yang dibutuhkan ini diperuntukkan khusus perawat yang bisa mengemudikan ambulans. Sebagai perawat yang memiliki keahlian menyetir, Ika tergerak untuk menjadi relawan dan membulatkan tekad untuk mendaftarkan dirinya. Meski sempat merasa takut ikut terjangkit, sebagai perawat Ika berkeyakinan kuat untuk melayani pasien bagaimana pun kondisi pasien.

Di saat teman perempuannya melayani di rumah sakit, tapi tidak untuk Ika. Dengan pengetahuannya sebagai perawat dan keahliannya dalam mengemudi, ia ingin mengisi posisi yang sangat dibutuhkan dalam mengantarkan pasien ke rumah sakit ini. Selama minggu-minggu awal Ika bertugas, sudah total 11 pasien yang telah dievakuasi. Selain lansia di atas 50 tahun, Ika juga mengevakuasi pasien usia 25-35 dengan kondisi Orang Tanpa Gejala (OTG). Setelah 4 bulan lebih bertugas, Ika sudah mengantarkan puluhan pasien positif COVID-19 dengan status ringan hingga sedang. Ika berharap pandemi ini cepat berakhir dan ia dapat berkumpul kembali bersama dengan keluarga. Terlebih dengan orang tua dan anak perempuan satu-satunya, Yura. Namun selama tenaga dan jasanya sebagai perawat sekaligus sopir ambulans masih dibutuhkan, Ika berikrar akan terus mengabdikan dirinya.

Imam Syaifulloh
Jumlah Vote 176

Penggagas Telemedicine #Say-doc

Imam Syaifulloh

Cilacap - Jawa Tengah

Berawal dari turunnya jumlah pasien karena khawatir terpapar Covid-19 saat datang ke rumah sakit, manajemen rumah sakit pun memanggil Imam Syaifulloh untuk mengembangkan teknologi, serta web RSUD Margono. Setelah rapat itu, Imam pun mulai bekerja sejak pertengahan Maret. Imam mengintegrasikan pendaftaran pasien secara online untuk calon aplikasi yang sedang ia kembangkan. Setelah itu, ia dan tim membuat contoh aplikasi dan mendesain tampilannya. Selain merancang isi dan teknis, Imam pun memasukkan pembayaran dan pengantaran obat ke pasien. Pembayaran sendiri bisa dilakukan secara M-banking, dan obat bisa diantarkan dari rumah sakit untuk pasien yang jarak rumahnya maksimal 15 kilometer dari RSUD Margono. Aplikasi ini kemudian ia beri nama Telemedicine #Say-doc (Satu Layar Ngobrol dengan dokter).

Menurut Direktur RSUD Margono, sudah ada 224 pasien pengguna Telemedicine #Say-doc (Satu Layar Ngobrol dengan dokter) sejak aplikasi ini diluncurkan pada akhir Mei lalu. Cara penggunaan aplikasi ini cukup mudah, calon pasien dapat mendaftar secara online sebelum pelayanan melalui website atau RSMS Online Android. Pasien mencantumkan nomor WhatsApp, memilih tanggal, klinik, dokter yang diinginkan, dan menyetujui persetujuan tindakan kedokteran. Setelah itu pasien mendapatkan notifikasi kode booking, tanggal dan jam dilayani. RS menghubungi pasien dengan Video-Call WhatsApp melalui aplikasi Telemedicine sesuai jadwal tanpa perlu pergi ke rumah sakit.

Muhammad Zidny Kafa
Jumlah Vote 44

Penata Panggung Tanggap COVID-19

Muhammad Zidny Kafa

Bantul - DI Yogyakarta

Panggung Tanggap Covid-19 (PTC-19) gagasan Wahyudi Anggoro Hadi merupakan gerakan bersama warga Desa Panggungharjo dalam menanggulangi pandemi corona pada bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tim PTC-19 menyediakan platform website untuk mendata kondisi warga melalui aplikasi PTC-19 yang bisa diisi oleh masyarakat secara online. Melalui data yang diunggah masyarakat, tim PTC-19 akan mengidentifikasi kelompok rentan tertular virus. Dengan demikian, pemerintah desa bisa mengatur sumber daya manusia dan tenaga kesehatan untuk menanggulangi pandemi di Desa Panggungharjo. PTC-19 berupaya mendekatkan interaksi warga dengan petugas kesehatan. Warga yang sudah mendaftar dan mengisi data lengkap pada aplikasi akan diberi status berdasarkan enam kategori: Sehat; Sehat dengan Risiko; Orang Dalam Perjalanan; Orang Tanpa Gejala; Orang Dalam Pengawasan 1; dan Orang Dalam Pengawasan 2. Data ini langsung bisa diakses oleh petugas kesehatan di puskesmas sehingga warga bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

PTC-19 juga telah mendorong munculnya aplikasi marketplace bernama pasardesa.id. Ini merupakan e-commerce yang menjembatani antara pembeli dan pemilik toko bahan pokok di Desa Panggungharjo. Ada sekitar 800 toko di Desa Panggungharjo. Sementara itu, warga diimbau tidak keluar rumah selama pandemi. Web aplikasi pasardesa.id mempertemukan warga yang memiliki kebutuhan belanja bahan pokok dengan penjualnya. Mei lalu, telah terdaftar 117 mitra usaha kecil dan menengah dan 1.631 pelanggan.

Muthmainnah Bahri
Jumlah Vote 75

Sahabat Ibu Rumah Tangga Dari Kota Makassar

Muthmainnah Bahri

Makassar - Sulawesi Selatan

Muti (panggilan dari Muthmainnah Bahri) adalah mantan asisten dosen sastra Inggris di Universitas Hasanudin, Makassar. Pada awalnya adalah pembagian sembako yang dilakukan Muti bulan April 2020. Sasarannya untuk sekitar 100 keluarga yang terdampak pandemi Covid-19. Muti mengumpulkan dana pribadi untuk mewujudkan keinginannya mendukung ibu-ibu rumah tangga terdampak Covid-19. Dana awal diperoleh dari menjual pakaian bekas, barang-barang preloved, yang dikumpulkan dari teman-temannya. Selain itu Muti juga mengumpulkan uang dengan membuka beberapa kelas online, antara lain kursus bahasa Inggris, serta seorang teman yang menyumbang dengan kursus desain grafis.

Namun, separuh penerima atau sekitar 50 orang ibu rumah tangga berharap mendapat bantuan untuk bisa berproduksi, mereka kehilangan penghasilan karena berbagai sebab. Bersama 4 temannya Muti pun melihat adanya peluang untuk memberdayakan ibu-ibu tersebut sesuai kemampuannya yakni memasak. Mereka menamakan gerakannya sebagai Support Our Sisters (SOS). SOS menyediakan pelatihan produksi yang diberikan oleh salah satu teman Muti, seorang chef kapal pesiar yang terpaksa grounded karena pandemi. Teman yang lain menyumbangkan cara pengelolaan keuangan. Ada pula bantuan membuat desain kemasan makanan yang apik. Penerima modal rencananya akan ditingkatkan tidak hanya terbatas di kota Makassar tetapi juga mencakup kabupaten lain di Sulawesi Selatan. Kini, SOS sudah merekrut 20 relawan wanita yang dapat mewakili setiap kabupaten di Sulawesi Selatan.

Rega Oktaviana
Jumlah Vote 3

Penggagas The Cube Virtual Space

Rega Oktaviana

Bandung - Jawa Barat

Bentuk kegiatan The Cube Virtual Space gagasan Rega Oktaviana adalah pameran seni virtual dengan menggunakan platform windows dan android, di mana kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberi fasilitas kepada pegiat seni (seniman, guru, dosen, desainer, dan masyarakat umum) untuk melaksanakan kegiatan pameran virtual di tengah pandemi COVID-19. Ide pembuatan ruang virtual ini sebenarnya sudah ada dalam pemikiran Rega sejak tahun 2017. Terlintas dalam pikirannya untuk membuat galeri virtual yang dapat diakses oleh apresiator dengan teknik virtual room sehingga penikmat seni dapat berkeliling sendiri di dalam ruangan virtual seperti layaknya ketika orang mengunjungi galeri dan berjalan-jalan di dalamnya. Barulah pada 2020, ketika covid-19 mengisolasi ruang gerak masyarakat, ide ini muncul kembali ke permukaan. Rega Oktaviana kemudian bekerjasama dengan Nala Nandana salah seorang Kurator dan Dosen di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Banyak yang antusias mengirimkan karya hingga berjumlah 100 karya usai dipilah kembali menjadi 90 karya dari 70 seniman. Aktivitas kegiatan dilakukan dengan cara virtual dengan melakukan pembukaan pameran secara live stream dengan media sosial kemudian platform disebarluaskan dengan tautan aplikasi. Ada juga beberapa program yang direncanakan sebagai bentuk pemberdayaan, di antaranya bimbingan pembuatan karya digital untuk seniman dengan teknik kekaryaan manual dan program pelatihan untuk membuat galeri virtual sendiri.

Revo Suladasha
Jumlah Vote 205

Penggandeng UMKM Kuliner Yogyakarta

Revo Suladasha

Yogyakarta - DI Yogyakarta

Memiliki latar belakang bisnis di bidang food and beverage, Revo Suladasha berinisiatif untuk membuat Yuk Tukoni, sebuah marketplace berbagai kuliner hits Jogja dalam versi makanan beku. Makanan dikemas dengan kemasan yang dapat disimpan cukup lama sehingga dapat dikirim ke luar kota. Bersama kawannya Eri Kuncoro yang merupakan konsultan marketing, pada April lalu lahirnya Yuk Tukoni. Yuk Tukoni didirikan untuk membantu UMKM yang terdampak selama masa pandemi. Selain itu, juga memudahkan pelanggan untuk mendapatkan makanan yang diinginkan ketika lockdown.

Sejauh ini, Yuk Tukoni sudah bekerja sama dengan 60 UMKM yang tersebar di Jawa Tengah, Madiun, dan Semarang. Yuk Tukoni sudah menjual 1.800 produk melalui platformnya. 50-60 persen dari total pemesanan berasal dari ibukota. Eko, pemilik Mie Ayam Bu Tumini, salah satu UMKM yang memasarkan dagangannya lewat Yuk Tukoni cukup terbantu dengan kehadiran platform ini di tengah pandemi; biasanya dalam dua hari sekali, Yuk Tukoni membeli 200 bungkus mie ayamnya. Alasannya adalah Yuk Tukoni memiliki banyak pelanggan. Yuk Tukoni pernah kebanjiran pesanan hingga ratusan bungkus sampai-sampai mitra kewalahan memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, untuk melebarkan sayapnya dalam usaha pemberdayaan UMKM, Yuk Tukoni sedang mempersiapkan toko offline di di beberapa tempat. Mereka juga membuat workshop untuk UMKM agar dapat menjual produknya di tengah pandemi.

Yuli Yanika
Jumlah Vote 161

Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus

Yuli Yanika

Medan - Sumatera Utara

Rumah Ceria Medan (RCM) didirikan di Medan tanggal 9 Agustus 2013 oleh Yuli Yanika, seorang penggiat sosial yang fokus pada isu anak berkebutuhan khusus. Semenjak RCM didirikan hingga saat ini, RCM besutan Yuli terus mencoba mengurangi permasalahan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), salah satunya adalah menjadi wadah informasi bagi orang tua atau keluarga yang kurang mampu, sehingga mereka mampu memberikan penanganan yang tepat bagi buah hati tercinta. Pada tahun 2019 sesuai dengan visi RCM menyediakan pendidikan inklusif, maka RCM membuka program pendidikan inklusif secara regular dengan nama Sekolah Inklusi Rumah Ceria Medan, di mana jenjang sekolah ini melingkupi pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar, di mana anak ABK dan anak lainnya mengikuti pembelajaran di ruang yang sama tanpa membedakan keadaan fisik maupun psikis siswa.

Saat ini sekolah inklusi memiliki 30 siswa yang sudah terdaftar di sekolah formal dan 100 anak dampingan. Anak dampingan adalah siswa berkebutuhan khusus dengan kondisi gangguan pendengaran/tuli, tuna grahita, autism, dan disleksia, ataupun gangguan belajar. Rumah Ceria Medan juga mengedukasi anak didikannya ini tentang apa itu virus corona. Yuli Yanika, memberikan edukasi tentang hal tersebut dengan media dongeng agar anak-anak mudah memahaminya. Selain itu, RCM ikut membagikan sembako, masker, dan handsanitizer atau uang kepada masyarakat sekitar.

Zulrifan Noor
Jumlah Vote 1302

Pemberdaya UMKM Lokal Lewat Zakat

Zulrifan Noor

Tabalong - Kalimantan Selatan

Banyak warga Tabalong yang menggantungkan hidupnya dari hasil karet mengalami kesulitan karena di tengah pandemi covid-19, harga karet anjlok. Hal tersebut mendorong Zulrifan berinisiatif membuat program dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Mereka diberdayakan untuk membantu mengelola koperasi yang ia inisiasi: Baitulmaal Wakaf Indonesia (BWI). Menariknya, jika dibandingkan koperasi atau lembaga fundraising lainnya, program BWI ini mengusung konsep infaq, zakat dan wakaf produktif. Artinya, donasi yang masuk tidak langsung dibagikan habis kepada sasaran donasi. Contohnya saja BWI memberdayakan UMKM lokal untuk memproduksi barang donasi seperti masker, takjil, dan beras gratis agar mereka tetap memiliki penghasilan.

Tak hanya memberdayakan masyarakat sekitar dan berdonasi dengan konsep infaq, zakat dan wakaf produktif, BWI juga membantu para pengelola usaha kecil agar terhindar dari rentenir. Pasalnya hampir 80% masyarakat Tabalong terkena lilitan hutang. Program pelunasan utang masyarakat kepada rentenir pun juga menggunakan dana zakat. BWI membuat perjanjian secara tertulis dengan para mustahik agar mereka tidak kembali berhutang ke rentenir. Sejauh ini, BWI sudah menyumbangkan 1 ton beras dan uang senilai 50,5 juta rupiah kepada 300 masyarakat berkekurangan terdampak Covid-19. Di antara ratusan orang yang telah dibantu, 15 di antaranya sudah lepas total dari rentenir dan kini telah dibina oleh BWI supaya mereka memiliki usaha dan penghasilan tetap.

Seluruh vote yang masuk akan melalui proses verifikasi oleh Tim SATU Indonesia Awards, apabila ditemukan kecurangan maka Tim SATU Indonesia Awards berhak untuk melakukan penyesuaian perolehan vote.