ARTIKEL TERBARU


Hadi Apriliawan, Sosok Inspiratif dibalik Inovasi Susu Listrik
Teknologi Susu Listrik, Karya Anak Muda Indonesia yang Mendunia
2017-09-04

Kreatif, prestatif, dan inovatif. Tiga kata yang menggambarkan sosok Hadi Apriliawan, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards tahun 2015. Pemuda kelahiran Banyuwangi yang telah lama menimba ilmu di Malang ini merupakan pencipta alat pasteurisasi dengan teknologi kejut listrik. Beruntung sekali saya bisa bertemu langsung dengan beliau dan menggali ilmu sedalam-dalamnya mengenai teknologi susu listrik yang ia beri nama “Sulis” atau "Milk Electricity".

Pria kelahiran 1989 ini dengan ramah menyambut kedatangan saya beserta tim SATU Indonesia Berbagi di pabriknya yaitu PT. MaxZer Solusi Steril yang berlokasi di Jl. Karya Barat 21, Malang. Terlihat mesin Sulis menghiasi beberapa sudut pabrik. Hadi begitu sumringah menyambut kedatangan kami dan mulai bercerita panjang lebar mengenai perjuangannya dalam mengembangkan Sulis serta suka cita dari hasil perjuangan yang telah ditapaki. 

 

Asal-Muasal Lahirnya Teknologi Susu Listrik (Sulis) 
Berawal dari keprihatinan Hadi terhadap kondisi peternak sapi perah di desanya, terlebih kedua orang tua Hadi yang juga peternak sapi perah mengeluhkan betapa rendahnya harga jual susu sapi perah dan tidak sebanding dengan tenaga serta ongkos operasional merumput, selain itu susu yang dihasilkan pun juga lebih cepat basi karena tidak dilakukan pengawetan. Dari situlah Hadi bertekad untuk menemukan alat pasteurisasi (metode pemanasan pada suhu tinggi untuk membunuh bakteri jahat yang ada pada susu) agar bisa mengawetkan susu sehingga peternak sapi perah tidak terus merugi.

Umumnya susu hasil perahan para peternak hanya bisa bertahan selama 3-4 jam pada suhu ruang tanpa dilakukan pengawetan. Pembeli biasanya membeli di sore hari dan memberikan harga rendah dengan alasan kualitas susu sudah tidak baik. Saat berada di suhu kamar, susu hasil perahan sangat rentan terhadap pencemaran yang dapat menurunkan kualitas susu. Kerusakan pada susu ini menyebabkan susu mulai basi yang diakibatkan karena terbentuknya asam laktat hasil fermentasi laktosa oleh bakteri jahat seperti E.coli. Fermentasi ini menurunkan kualitas susu yang ditandai oleh perubahan rasa, aroma, atau bahkan warna. 

 

Oiya, susu pasteurisasi yang diproduksi PT. MaxZer ini terdapat lima varian rasa lho. Ada coklat, stroberi, melon, leci, dan pisang. Enak dan segar banget rasanya.

Sulis telah terbukti menjadi solusi jitu untuk mengawetkan susu hasil perahan agar lebih tahan lama dengan kualitas susu yang terjaga baik sehingga harga susu perahan sebanding dengan usaha yang dilakukan oleh peternak. Uniknya Sulis menggunakan pasteurisasi dengan metode pulsed electrical yang lebih efektif membunuh bakteri namun tetap mempertahankan kandungan nutrisi serta protein pada susu. Setelah melalui proses pasteurisasi menggunakan Sulis, susu hasil perahan bisa tahan 3-4 hari pada suhu ruang tanpa ditambahkan pengawet apapun. Nah, enaknya lagi kalau disimpan pada freezer bisa tahan 3-6 bulan. Selain meningkatkan harga jual susu, Sulis juga membuat kualitas susu tetap terjaga dengan baik dalam waktu yang lama. 

Sulis – Alat Pasteurisasi Susu yang Cepat, Mudah dan Hasil Berkualitas 
Inovasi teknologi susu listrik tentunya memberikan kemudahan untuk para peternak sapi perah dalam mengawetkan susu hasil perahan. Proses penggunaannya pun tergolong cepat. Sulis dengan kapasitas 5 liter membutuhkan waktu 5 menit. Lama proses kejut listrik bergantung dari kapasitas susu yang sedang dipasteurisasi. Proses pasteurisasi menggunakan Sulis juga mudah, seperti gambar berikut: 

Metode kejut listrik pada Sulis ini menggunakan teori lompatan proton dalam elektron. Pada saat proses dikejut, dinding sel pada susu dimasuki oleh ion-ion sehingga muncul gelembung yang kian membesar dan akhirnya lysis (pecah). Gelembung yang kian membesar ini adalah bakteri jahat, penyebab susu menjadi mudah basi.

Proses pasteurisasi dengan metode pulsed electrical berhasil menonaktifkan 99% bakteri jahat yang ada pada susu tanpa merusak kandungan protein dan nutrisi. Susu menjadi tetap segar seperti awal diperah. Apabila dibandingkan dengan pasteurisasi thermal, nutrisi pada susu akan rusak lebih dari 50% serta warna berubah menjadi kecoklatan. Pasteurisasi menggunakan Sulis memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan mengguanakan pasteurisasi thermal. Selain harganya yang jauh lebih murah, daya yang digunakan juga cukup rendah, yaitu hanya 90 watt saja. Untuk lebih detailnya bisa simak gambar berikut: 

Perjalanan Hadi Apriliawan Mengembangkan Teknologi Susu Listrik 
Hadi Apriliawan, sosok hebat dibalik teknologi kejut listrik, telah menerima banyak penghargaan mulai dari tingkat nasional sampai dengan internasional. Hadi mulai melakukan penelitian sejak di bangku kuliah (2007). Alumni dari Fakultas Teknologi Pertanian ini juga aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah saat itu dan mendapatkan beragam penghargaan di tingkat nasional salah satunya adalah medali emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIII tahun 2010 di Bali. 

Hadi mengajukan topik mengenai alat pengawet susu untuk Tugas Akhir studi. Perlahan namun pasti, Hadi mulai mengembangkan mesin pengawet susu dengan menggunakan uang tabungan serta pendanaan penelitian dari kampus. Teknologi susu listrik ini telah dikenalkan ke publik sejak tahun 2011 dan beberapa peternak sapi perah di kampungnya mulai memesan pada Hadi untuk dibuatkan Sulis.

Perjalanan Hadi dalam mengembangkan Sulis tidaklah selalu mulus. Beliau bahkan pernah ditipu oleh investor senilai puluhan juta rupiah dan sempat kehilangan semangat untuk melanjutkan pengembangan teknologi susu listriknya. Berkat dorongan serta semangat dari sang Ibu, Hadi mulai membangun kembali semangat dan motivasi untuk meneruskan Sulis hingga akhirnya bisa menjadi seperti sekarang ini.

Hadi menuturkan bahwa inovasi teknologi Susu Listrik ini merupakan pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. Saat ini, Sulis telah diproduksi secara massal mulai dari kapasitas 5 liter hingga 3.000 liter dan sudah dijual hingga ke seluruh daerah di Indonesia dan mancanegara.  Bahkan Hadi sempat diundang oleh Universitas Tokyo, Jepang, untuk mempresentasikan Sulis serta diberikan tawaran oleh salah satu investor dari negeri Sakura tersebut untuk dibeli patennya dengan harga kurang lebih 60 milliar dalam rupiah. Namun, kecintaannya pada Indonesia membuat Hadi kekeuh mempertahankan Sulis sebagai produk asli Indonesia. 

 

Saat ini, Sulis sedang dalam proses sertifikasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan akhir tahun ditargetkan sudah bisa mendapatkan SNI dari BSN. Tidak hanya mengembangkan Sulis, Hadi, bersama timnya di bawah bendera usaha PT MaxZer juga telah memproduksi mesin-mesin turunan produk susu seperti mesin produksi keju,yoghurt, dan juga sabun susu. 

Hadi Apriliawan Terus Berinovasi dan Menebar Kebermanfaatan 
Hadi menuturkan sejak dirinya mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards pada tahun 2015, banyak perkembangan pesat dalam usaha teknologi Sulis. Astra secara konsisten memberikan support dan bantuan pada Hadi dalam proses pengembangan Sulis, salah satunya dengan promosi sampai tingkat nasional, sehingga berhasil meningkatkan profit mulai dari penjualan mesin Sulis ataupun susu. Tidak hanya itu, PT. MaxZer pun telah jauh berkembang sekarang. Mulai dengan karyawan yang jumlahnya hanya belasan pada tahun 2013 sekarang sudah mencapai 200 karyawan. 

Sulis telah memberikan banyak manfaat dalam membantu meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah hingga membuat mereka lebih mandiri dalam pengolahan susu yang dihasilkan. Hadi sebelumnya telah memberikan pelatihan pada para peternak sapi perah. Tidak hanya itu, Hadi juga memberikan lowongan pada mahasiswa untuk bisa kerja praktik di laboratorium PT. MaxZer selama kurang lebih 2-3 bulan. Laboratorium tersebut juga membuka untuk pengujian umum, khususnya untuk para mahasiswa yang ingin melakukan pengujian seperti kandungan gizi makanan, pengujian kandungan produk serta jenis pengujian lainnya. Hal ini tentunya menjadi wujud nyata salah satuTriple P Roadmap Astra, yaitu Public Contribution Roadmap, sebagai wujud komitmen untuk sejahtera bersama bangsa.  

Hadi terus semangat melakukan inovasi dengan membuat Sulis portable untuk Ibu menyusui. Sulis portable ini diharapkan bisa memudahkan para Ibu menyusui dalam mengawetkan ASI yang telah dipompa dengan cepat dan mudah. Hadi bertekad untuk terus melakukan inovasi-inovasi sehingga bisa memberikan banyak manfaat untuk khalayak umum. Tetap berkreasi, berprestasi, dan pantang menyerah!

sumber : http://www.luckycaesar.com/2017/07/teknologi-susu-listrik-karya-anak-muda.html


Artikel Terkait
Astra Kunjungi Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2012
Menurut Pipit, satu dari 9.000 anggota Perpustakaan Anak Bangsa, dirinya suka membaca buku di Perpus...
Baca Selengkapnya
Partisipasi Grup Astra bersama TNI
BANDUNG : PT Astra International Tbk pada hari ini (2/4) kembali ikut berpartisipasi dalam program T...
Baca Selengkapnya
Pencarian Pemuda-pemudi Penggerak Kemajuan Bangsa, dimulai!
JAKARTA: Pencarian pemuda-pemudi penggerak kemajuan bangsa melalui Semangat Astra Terpadu Untuk (SAT...
Baca Selengkapnya
Emil Salim: Pemuda Merauke Harus Mampu Menciptakan Perubahan
MERAUKE: Pemuda Merauke harus mampu jadi agen perubahan Indonesia yang dimulai dari kampong halamann...
Baca Selengkapnya
IKUTI KAMI
Pastikan Anda selalu terhubung dengan media
sosial kami. #SATUIndonesia