ARTIKEL TERBARU


Yoga Andika, Laskar Pencerah yang memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi SMP dan SMA melalui Posyandu Remaja.
Posyandu Remaja, Sebuah Keikhlasan Selamatkan Masa Depan
2017-07-31

Dinginnya udara di Pegunungan Tengger beserta bentangan alam hijau di Pasuruan, Jawa Timur, tampak memukau tiap pasang mata yang berkunjung ke sana. Untuk mengusir hawa dingin menusuk tulang, masyarakat di sana biasa mengisap rokok tembakau untuk mengusir dinginya beku.

Namun, tak hanya lelaki dewasa saja. Tak sedikit siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang kemudian coba-coba mengisap rokok tembakau. Meski tak sedikit efek buruknya, tak jengah pula orang tuanya melarang dan menasihati. Ya, begitulah setidaknya keadaan sebagian remaja di Desa Tosari, Pasuruan, Jawa Timur.

Tak hanya itu, perempuan-perempuan muda tak lagi bersekolah setelah lulus dari bangku SMP. Mereka memilih menikah muda bahkan pada usia belasan tahun, dimana mereka pun pada dasarnya masih membutuhkan orang tua. Bukan menjadi orang tua.

Keindahan alam di Tengger, tak seindah kehidupan sosial remaja di sana. Hingga akhirnya tergeraklah hati kecil Yoga Andika, seorang pemuda yang setidaknya mencoba menyelamatkan masa depan kawan-kawannya, para pemuda Tosari. Dia bersama kawan-kawannya dari Organisasi Laskar Pencerah mendirikan sebuah Posyandu Remaja pada tahun 2015.

Jangan berpikir bahwa Yoga adalah seorang profesional kesehatan yang turun untuk menjalankan misi tertentu. Dia masihlah seorang remaja kelahiran 1997 yang saat ini berusia 20 tahun. Dia pun sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah universitas di Malang, Jawa Timur. Usahanya mendekati hati pemuda dengan ikhlas dan penuh kesabaran, kini berbuah manis.

Setelah dinobatkan sebagai salah satu penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 dalam bidang kesehatan, ia pun kini mendapati fakta yang setidaknya cukup membuatnya tersenyum lega. Para perempuan Tosari yang menikah muda, pada tahun 2015 tercatat oleh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) secara periodic mencapai 17 orang, sedangkan kini menurun menjadi 12 orang.

Tak hanya itu, para perempuan yang tamat dari SMP, kini mulai memperbincangkan rencananya memilih sekolah menengah atas (SMA) yang akan mereka daftar. Bahkan, mereka yang tamat SMA kini mulai haus informasi akan jalur-jalur pendaftaran perguruan tinggi. Mereka yang dalam usia belasan tahun itu tak lagi berbincang tentang tanggal pernikahan, kapan mereka akan melahirkan dan berbagai persoalan menikah muda yang dahulu sangat sering dijumpai.

Posyandu Remaja telah berjalan selama dua tahun terakhir. Meskipun wujudnya adalah posyandu, Yoga dan kawan-kawan tak hanya ingin sebatas menurunkan angka pernikahan muda. Ia memiliki harapan lebih dari itu. Posyandu ini juga bertujuan agar pemuda desa setempat memiliki kegiatan positif yang dapat mereka lakukan sembari kongkow dan bersilaturahim.

Mereka kini berdiskusi masalah kesehatan, pendidikan, bahayanya nikotin, narkotika, atau pergaulan bebas. Sejuknya udara dan indahnya pemandangan Tengger pun kini tak lagi turut diwarnai sekumpulan remaja SMP yang mengisap tembakau. Yoga Andika dan timnya sering berkunjung ke sekolah menengah untuk memberikan sosialisasi.

“Kemarin sempat survei ke sekolah-sekolah, rutin. Anak-anak yang dulunya merokok, lalu ‘minum-minum’, itu ya memang karena tidak mengetahui informasi. Sekarang sudah berkurang,” ujarnya bersemangat ketika dihubungi pada Rabu (19/7).

Kini, mereka memahami bahaya merokok yang dahulu mereka lakukan. Keikhlasan dari seorang pemuda, untuk pemuda, dan oleh pemuda kini mampu menyelamatkan masa depan puluhan orang di desa asalnya. Yoga dan kawan-kawan pun sudah memiliki rencana untuk mereplikasi kegiatan ini di kecamatan atau puskesmas lain.


Artikel Terkait
Astra Kunjungi Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2012
Menurut Pipit, satu dari 9.000 anggota Perpustakaan Anak Bangsa, dirinya suka membaca buku di Perpus...
Baca Selengkapnya
Partisipasi Grup Astra bersama TNI
BANDUNG : PT Astra International Tbk pada hari ini (2/4) kembali ikut berpartisipasi dalam program T...
Baca Selengkapnya
Pencarian Pemuda-pemudi Penggerak Kemajuan Bangsa, dimulai!
JAKARTA: Pencarian pemuda-pemudi penggerak kemajuan bangsa melalui Semangat Astra Terpadu Untuk (SAT...
Baca Selengkapnya
Emil Salim: Pemuda Merauke Harus Mampu Menciptakan Perubahan
MERAUKE: Pemuda Merauke harus mampu jadi agen perubahan Indonesia yang dimulai dari kampong halamann...
Baca Selengkapnya
IKUTI KAMI
Pastikan Anda selalu terhubung dengan media
sosial kami. #SATUIndonesia